Minggu, 16 Maret 2014

Spesifikasi Motor Honda Tiger

Dimensi

Dimensi (P x L x T) 2.029 x 747 x 1.124 mm
Jarak sumbu Roda 1.327 mm
Jarak terendah ke tanah 155 mm
Berat kosong
  • 139 kg (Single headlight)
  • 138 kg (Dual headlight)

Rangka

Rangka Pola berlian (diamond steel)
Suspensi depan Teleskopik
Suspensi belakang Lengan ayun pegas ganda dengan tabung oli
Ukuran Ban depan 2.75 – 18 42 P
Ukuran Ban Belakang 100/90 – 18 M/C 56P
Rem depan Cakram hidrolik dengan piston ganda
Rem belakang Cakram hidrolik dengan piston tunggal

Mesin

Tipe mesin 4 Langkah SOHC
Sistem pendinginan Pendingin udara
Diameter x langkah 63.5 x 62.2 mm
Volume langkah 196.9 cc
Perbandingan kompresi 9,0 : 1
Daya maksimum 16.7 PS / 8.500 rpm
Torsi maksimum 1.60 kgf.m / 7.000 rpm
Kopling Manual, multi plate wet clutch
Starter Elektrik & kick starter
Busi ND X 24 EP – U9/NGK DP8 EA-9

Kapasitas

Kapasitas tangki bahan bakar 13,2 liter
Transmisi 6 kecepatan
Pola pengoperan gigi 1-N-2-3-4-5-6

Kelistrikan

Aki MF battery, 12 V – 7 A.h
Sistem pengapian AC – CDI, Magneto
Spesifikasi Honda New Mega Pro

Dimensi

Dimensi (P x L x T) 2.050 x 757 x 1.075 mm
Jarak sumbu Roda 1.313 mm
Jarak terendah ke tanah 152 mm
Berat kosong
  • 136 kg (tipe spoke)
  • 134 kg (tipe cw)

Rangka

Rangka Pola Berlian (diamond steel)
Suspensi depan Teleskopik
Suspensi belakang Tunggal (monoshock) dapat disetel keras dan lembut
Ukuran Ban depan 80/100 – 17 M/C 46P (tipe CW tubeless & tipe Spoke tube)
Ukuran Ban Belakang 100/80 – 17 M/C 55P (tipe CW tubeless & tipe Spoke tube)
Rem depan Cakram hidrolik dengan piston ganda
Rem belakang Tromol (Tipe Spoke), Cakram hidrolik dengan piston tunggal (tipe CW)

Mesin

Tipe mesin 4 Langkah SOHC
Sistem pendinginan Pendinginan udara
Diameter x langkah 57,3 x 57,8 mm
Volume langkah 149,2 cc
Perbandingan kompresi 9,5 : 1
Daya maksimum 13,7 PS/8.500 rpm
Torsi maksimum 1,31 kgf.m / 6.500 RPM
Kopling Manual, Multiplate Wet Clutch
Starter Pedal dan starter elektrik
Busi NGK CPR8EA-9 / NGK CPR9EA-9

Kapasitas

Kapasitas tangki bahan bakar 12,2 liter
Kapasitas Minyak Pelumas Mesin 1 liter pada penggantian periodik
Transmisi 5 kecepatan
Pola pengoperan gigi 1-N-2-3-4-5

Kelistrikan

Aki MF battery, 12 V – 5 A.h
Sistem pengapian DC – CDI Digital
TIGER TAHUN 2000
Panjang X lebar X tinggi : 2.029 x 747 x 1.093 mm
Jarak sumbu roda : 1327 mm
Jarak terendah ke tanah : 155 mm
Berat kosong : 138 kg
Tipe rangka : Pola Berlian
Tipe suspensi depan : Teleskopik
Tipe suspensi belakang : Lengan ayun pegas ganda dengan tabung oli
Ukuran ban depan : 2,75 - 18 42L
Ukuran ban belakang : 100/90 - 18 M/C - 56P
Rem depan : Cakram hidrolik, dengan piston ganda
Rem belakang : Cakram hidrolik, dengan piston tunggal
Kapasitas tangki bahan bakar : 13,2 Liter
Tipe mesin : 4 Langkah OHC, pendinginan udara
Diameter x langkah : 63,5 x 62,2 mm
Volume langkah : 196,9 cc
Perbandingan kompresi : 9,0 : 1
Daya maksimum : 16,7 PS / 8.500 RPM
Torsi maksimum : 1,60 kg.m / 7.000 RPM
Kapasitas minyak pelumas mesin : 1,0 liter pada penggantian periodik
Kopling Otomatis : Manual, Multiplate Wet Clutch
Gigi transmsi : 6 kecepatan
Pola pengoperan gigi : 1-N-2-3-4-5-6
Starter : Elektrik Starter & Kick Starter
Aki : 12 V - 7 Ah
Busi : ND x 24 EP U9 / NGK DP8EA-9
Sistem pengapian : CDI-AC, Magneto
tiger-revo 
SPESIFIKASI :
  • Panjang x Lebar x Tinggi 1.990 x 742 x 1.035 mm
  • Jarak Sumbu Roda 1.330 mm
  • Jarak Terendah ke Tanah 145 mm
  • Berat Kosong 123 kg
  • Tipe Rangka Pola Berlian
  • Ukuran Ban Depan 2,75 – 18 – 42L
  • Ukuran Ban Belakang 100/90 – 18 – 47P
  • Rem Depan Tipe cakram hidrolik, dengan piston ganda
  • Rem Belakang Tipe Tromol, digerakkan dengan tuas mekanis
  • Suspensi Depan Teleskopik
  • Suspensi Belakang Lengan ayun dengan sok beker ganda, peredam dapat disetel
  • Kapasitas Tangki Bahan Bakar 13 Liter
  • Tipe Mesin 4 Langkah OHC, pendinginan udara
  • Diameter X Langkah 63,5 x 62,2 mm
  • Volume Silinder 196,9 cc
  • Perbandingan Kompresi 9,0 : 1
  • Daya Maksimum 17,4 PS / 8.500 RPM
  • Torsi Maksimum 1,62 kgf.m / 6.500 RPM
  • Kapasitas Pelumas 1 Liter
  • Kopling Manual, tipe basah dan pelat majemuk
  • Gigi Transmisi 6 kecepatan, bertautan tetap
  • Pola Pengoperasian Gigi 1-N-2-3-4-5-6
  • Starter Pedal dan elektrik
  • Aki 12 V – 7 Ah
  • Busi ND X 24 FS – U9 / NGK DP8 EA-9
  • Sistem Pengapian CDI-AC, Magneto
Gw pake Tiger tahun 2004 awal,gw pk tuh motor dah ampir setaun lebih.banyak yang ngomong motor tiger tuh rewel,tadinya sih gw ga percaya… tapi pas dalam setaun lebih gw pake tuh motor,emang kerasa banget rewelnya….dan yang terlebih lagi sparepart bwt tiger tuh ga slalu ada di stiap bengkel.dulu aja gw pernah putus kabel gas, mesti nyari – nyari dibeberapa bengkel bru dapet.rantai keteng aja dah 2 kali bermasalah…juga kerewelan – kerewelan lainnya yang ga bisa gw sebutin satu – satu.Tenaga Tiger gw juga makin lama makin ga ada tarikannya…ga tau deh kenapa..
Menurut gw kalo da yang punya tiger atau pengen punya Tiger, harus org yang bener – bener bisa ngerawat motor.karena tiger tuh termasuk motor yang perlu perawatan lebih dibandingin motor – motor biasa lainnya..kalo emg ada masalah dibagian apapun,ya kalo bisa cepet cepet aja dicek n dibenerin,karena kalo engga bs ngerembet ma bagian bagian lainnya tuh..yang penting jangan terlambat buat ganti oli….

Jumat, 28 Februari 2014

honda CG tahun 1976 dengan kapasitas 110 cc .motor antik ini bisa dioplos dengan mesin motor tiger 200 cc

komponen mesin mobil


1. Blok Silinder, merupakan bentuk dasar dari mesin dan pada blok silinder ini  terdapat beberapa buah silinder mesin, pada tiap silinder terdapat sebuah torak/piston yang dipasangkan pada salah satu ujung batang piston, sedangkan ujung piston yang lain berhubungan langsung dengan poros engkol/crank shaft, maka dengan demikian gerak naik turunnya piston dapat menggerakan poros engkol. Sedangkan dibagian atas kepala silinder pada bagian dalamnya berbentuk sebuah ruang bakar dan dilengkapi dengan katup-katup hisap dan buang.


Blok silinder biasanya terbuat dari besi tuang/cor tetapi ada pula yang terbuat dari paduan almunium dengan tujuan untuk mengurangi berat serta menambah panas radiasi. Beberapa silinder disusun pada blok silinder, bagian atasnya ditutup dengan kepala silinder sedangkan bagian bawah blok silinder membentuk ruang engkol untuk penempatan dan pemasangan kelengkapan, seperti dinamo starter (untuk start awal gerak poros engkol, alternator, pompa bensin serta distributor.

2. Silinder, merupakan bagian yang memindahkan tenaga panas ke tenaga mekanik dan untuk tujuan ini piston bergerak naik memadatkan gas. Untuk memperoleh tenaga maksimum ataupun optimum diusahakan tidak terdapat kebocoran-kebocoran pada gas-gas yang dibakar diantara piston dan silinder. Gesekan dan keausan diusahakan seminim mungkin yang diakibatkan oleh gerakan-gerakan meluncur dari piston. Untuk memperkecil hal ini, dinding silinder diperkeras dengan besi tuang/cor, atau dengan diberikan khrom pada dinding-dinding silinder untuk membatasi keausan tadi. Jika dinding silinder telah aus .. maka perbaikan yang dilakukan adalah dengan mengebor kembali dinding silinder dengan bore tune, sehingga silinder ruang menjadi lebih besar maka membutuhkan piston/torak juga lebih besar karena bertambahnya diameter ukuran silinder (berhubungan dengan kecepatan pada saat dragrace, dimana ruang silinder dan piston semakin besar dibutuhkan suplay bahan bakar lebih besar sehingga digunakan karburator minimal 2 barrel atau 4 barrel) Untuk menghindari semakin tipisnya dinding dalam dan dinding luar silinder (ketebalan silinder) maka sebaiknya dinding dalam diberikan pelapis khrom sehingga permanen karena meminimalisasi keausan .. dan piston bisa dipertahankan tidak memerlukan penggantian piston yang lebih besar.

3. Bak engkol (karter), terletak dibawah blok silinder digunakan sebagai penampung oli mesin yang terbuat dari baja press. Pada karter ini juga dilengkapi ventilasi untuk menghubungkan ruang dalam dengan udara luar. Karter dibaut dibawah bak engkol dan diantaranya diberikan gasket (pelapis karet) untuk menghindari kebocoran pada sambungan tersebut sehingga oli mesin tidak bocor merembes keluar.



4. Kepala Silinder, dibaut dengan blok silinder dibagian atas dan diantaranya juga diberikan gasket, terdapat lubang-lubang untuk pemasangan busi dan mekanik katup yang dilengkapi pada mesin. Kepala silinder pada umunya dibuat dari besi tuang campuran almunium untuk membatasi pemuaian. Juga dilengkapi mantel pendingin yang berhubungan denga blok silinder untuk memberikan pendinginan pada katup-katup dan busi-busi.

5. Torak/piston, komponen ini wajib mempunyai sifat tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi dan dapat bekerja dengan kecepatan tinggi. Kepala piston umumnya mempunyai permukaan yang datar tetapi ada pula yang cembung atau cekung. Pada bagian atas torak terdapat 2-3 celah untuk pemasangan pegas-pegas piston. Bahan dasar piston adalah campuran besi tuang dan aluminium karena ringan dan mempunyai penghantar panas yang baik. Paduan yang tidak seimbang akan berakibat buruk dimana pada suhu yang sangat tinggi akan membuat piston memuai dan berubah bentuk. 
Oleh sebab itu dijumpai diameter bagian atas torak agak lebih kecil dari bagian bawahnya, dimanadalam keadaan suhu tinggi maka bagian atas dan bawah akan menjadi sama besar.

- Antara piston dan dinding harus diberikan kerenggangan tertentu karena adanya pemuaian pada waktu mesin bekerja yang mana disebut renggang piston/torak. Bila terlalu besar maka akan terjadi kebocoran gas yang keluar dan minyak oli mesin akan masuk ke ruang piston dan silinder, sehingga suara piston berisik. Bisa dilihat/dibuktikan jika asap kenalpot (gas buang) terdapat asap putih ... berarti kemungkinan oli mesin ikut terbakar karena terlalu besar keranggangan ini. Bila terlalu kecil akan menimbulkan gesekan yang akan lebih besar sehingga pelumasan tidak sempurna.
- Pena piston, berguna untuk menghubungkan piston dengan ujung batang piston, berbentuk pipa untuk mengurangi berat dan pada kedua sisinya disangga oleh bos-bos yang terdapat pada piston.
- Pegas piston, berguna untuk perapat dan menjaga agar gas-gas tidak keluar selama langkah kompresi dan langkah kerja dalam ruang bakar. Dan juga untuk mengikis oli pelumas dari dinding silinder, mencegah oli masuk ke ruang bakar. Umumnya terbuat dari besi cor khusus dan diberi potongan untuk memudahkan pemasangan ke dalam alur pegas yang terdapat pada piston. Diameternya sedikit lebih besar dari diameter piston, dan setelah terpasang maka kekenyalan pegas piston ini menekan dinding silinder.

6. Batang piston, adalah komponen/part yang menghubungkan piston dengan poros engkol/crankshaft dibuat dengan bentuk "I" , terbuat dari baja spesial.


7. Poros engkol/crankshaft, mempunyai tugas penting yaitu mengubah gerakan lurus piston yang berada dalam silinder pada gerak kerja menjadi gerak putar dengan melalui batang-batang piston serta menjaga pergerakan piston dalam lengkah-langkah selanjutnya. Poros engkol terdiri dari pusat putaran dimana pada pena engkol dipasangkan batang piston. Bagian ujung depan poros engkol dibuat sedemikian rupa sehingga memungkinkan pemasangan gigi pengatur (timing gear) yang berfungsi untuk menggerakan sumbu nok dan puli untuk menggerakan pompa air/alternator (waterpump). Sedangkan bagian ujung belakang dipasangkan dengan flens untuk pemasangan roda penerus (roda gila).

8. Roda penerus/flywheel, merupakan piringan yang terbuat dari besi tuang dan dibaut pada ujung belakang poros engkol. Dimana poros engkol hanya mendapatkan tenaga putaran dari langkah kerja saja, agar supaya dapat bekerja pada langkah yang lainnya maka poros engkol harus dapat menyimpan day putaran yang diperolehnya. Bagian yang menyimpan tenaga putaran ini adalah roda penerus yang juga dilengkapi dengan gigi ring yang dipasangkan di bagian luar untuk perkatian dengan starter pinion